Jangan heran jika Anda menanyakan tentang single-vendor, monoculture, multi-vendor atau heteroculture kepada “mbah Gugel”
, Anda akan menemukan banyak sekali blog-blog yang membahas tentang hal ini. Mengapa demikian? Tidak lain dan tidak bukan karena ini adalah salah satu tugas yang diberikan oleh pak Budi Raharjo untuk menulis opini tentang single dan multi-vendor ke dalam blog mahasiswanya. Menurut saya di satu sisi hal ini sangat baik, karena ilmu dapat ditularkan kepada orang lain. Namun sisi buruknya, saya jadi bingung karena sudah banyak yang nulis tentang ini, sampai-sampai judulnya pun banyak yang sama, dan lebih parahnya lagi judul yang akan saya tulis sudah diambil oleh orang lain
. Padahal saya orangnya perfeksionis dan tidak mau menjiplak hasil karya orang lain (kecuali kepepet, hehehe..). Walaupun kesannya seperti agak memaksa, akhirnya saya putuskan untuk mengambil judul di atas hanya karena judul ini belum ada yang ngambil. Oke, sekian dulu curhatnya sekarang waktunya serius! Itadakimaaas… Continue reading ‘between single-vendor, multi-vendor, monoculture, and heteroculture’
Recent Comments