30
Jun
09

between single-vendor, multi-vendor, monoculture, and heteroculture

Jangan heran jika Anda menanyakan tentang single-vendor, monoculture, multi-vendor atau heteroculture kepada “mbah Gugel” 😀, Anda akan menemukan banyak sekali blog-blog yang membahas tentang hal ini. Mengapa demikian? Tidak lain dan tidak bukan karena ini adalah salah satu tugas yang diberikan oleh pak Budi Raharjo untuk menulis opini tentang single dan multi-vendor ke dalam blog mahasiswanya. Menurut saya di satu sisi hal ini sangat baik, karena ilmu dapat ditularkan kepada orang lain. Namun sisi buruknya, saya jadi bingung karena sudah banyak yang nulis tentang ini, sampai-sampai judulnya pun banyak yang sama, dan lebih parahnya lagi judul yang akan saya tulis sudah diambil oleh orang lain . Padahal saya orangnya perfeksionis dan tidak mau menjiplak hasil karya orang lain (kecuali kepepet, hehehe..). Walaupun kesannya seperti agak memaksa, akhirnya saya putuskan untuk mengambil judul di atas hanya karena judul ini belum ada yang ngambil. Oke, sekian dulu curhatnya sekarang waktunya serius! Itadakimaaas…

Bagi yang belum mengerti apa itu single-vendor, multi-vendor, monoculture, atau heteroculture, berikut akan saya jelaskan secara singkat.

Single-vendor. Suatu keadaan dimana infrastruktur IT di suatu instansi memakai satu merk atau satu penyedia saja. Contoh: di dalam suatu kantor semua komputer yang ada memakai satu sistem operasi saja misalkan Windows. Istilah lain dari single-vendor adalah monoculture.

Multi-vendor. Jika Anda sudah mengerti single-vendor, berarti sudah dapat menebak artinya bukan? Benar, multi-vendor atau heteroculture, adalah suatu keadaan dimana infrastruktur IT yang dipakai di dalam suatu instansi memakai lebih dari satu merk atau penyedia. Contoh: dalam suatu instansi ada yang memakai sistem operasi Windows, ada juga memakai sistem operasi Linux, dan lain sebagainya.

Between two of them, what is the most suitable for your company? Pertanyaan ini sering sekali dilontarkan dan banyak sekali pro kontra mengenai masalah ini. Jika kita mengatakan single-vendor lebih baik daripada multi-vendor, nyatanya multi-vendor lebih secure dibandingkan dengan single-vendor. Namun jika kita mengatakan multi-vendor lebih baik daripada single-vendor, juga tidak begitu benar karena jika kita melihat dari segi biaya single-vendor membutuhkan sedikit biaya dibandingkan multi-vendor. Jadi mana yang lebih baik?

Sebelum saya menentukan opini saya tentang single-vendor dan multi-vendor, mari kita simak opini yang saya dapat dari beberapa situs.

“Unisys demonstrated the reliability of Windows as a more cost-efficient alternative to Unix, and we were sold,”. “The biggest advantage of running Windows and SQL is that I didn’t have to spend $100,000 in salary for an Oracle/Unix DBA”[2] – Joanne Hamman, pemilik Right Brain Tech Solution (industri software komputer), yang dulunya pernah menjadi Technical Support di perusahaan Unisys. Pendapat bapak Hamman memang benar, perusahaan dapat berjalan dengan hanya menggunakan satu sistem operasi saja yaitu Windows dan tidak perlu mengeluarkan uang yang banyak hanya untuk menggaji Database Administrator Oracle/Unix. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa pak Hamman lebih mementingkan faktor “reducing cost” atau pengurangan biaya. Jika saya lihat di sini keuntungan single-vendor sebagian besar mengacu pada meminimalisasi biaya dan kemudahan dalam penggunaan. Karena hanya membutuhkan satu vendor saja berarti biaya lebih sedikit daripada multi-vendor. Kemudian penanganannya juga lebih mudah karena hanya menggunakan satu manual dan dapat berjalan hanya dengan beberapa staff IT dengan sedikit keahlian (hanya menguasai satu vendor tersebut). Lalu bagaimana dengan kerugian dari penggunaan single-vendor?

Dapat dikatakan bahwa kekurangan dari single-vendor adalah kelebihan dari multi-vendor, dan sebaliknya. Berikut adalah kelebihan dari multi-vendor menurut [1]. Keleluasaan dalam memilih. Tidak seperti single-vendor yang harus menyesuaikan dengan satu penyedia saja, namun dengan  multi-vendor kita bebas memilih penyedia mana yang lebih cocok dengan visi mini perusahaan, atau dengan kata lain kita tidak hanya terpaku dengan satu penyedia saja. Sebagai contoh kita akan menemui kesulitan jika suatu saat kita menemukan sebuah inovasi yang membutuhkan kemampuan lebih dari vendor, namun vendor tersebut tidak menyediakannya. Karena kita menggunakan satu vendor saja, sehingga mau tidak mau kita yang harus menyesuaikan dengan vendor tersebut. Yang kedua adalah dari segi keamanan, multi-vendor lebih baik dibandingkan dengan single-vendor. Terlalu beresiko bagi sebuah perusahaan untuk menempatkan semua sistem informasi kedalam satu sistem operasi saja[3]. Karena hal inilah yang disukai oleh para cracker untuk merusak sistem suatu instansi. Misalnya jika satu komputer terkena virus, maka semua komputer akan terkena virus jika kita menggunakan single-vendor. Tidak jika kita menggunakan lebih dari satu vendor, maka tidak semua komputer akan terinfeksi virus.

Seiring dengan perkembangan teknologi, dan semakin banyak masyarakat yang melek akan teknologi, merupakan sebuah peluang bagi para penjahat teknologi untuk melancarkan aksinya. Tingkat kejahatan teknologi atau cybercrime yang meningkat, mengharuskan para pengguna teknologi untuk selalu waspada termasuk sebuah perusahaan. Perusahaan pasti tidak ingin menderita kerugian hanya karena faktor kemanan. Keamanan suatu sistem berbanding terbalik dengan kenyamanan mengoperasikan sistem dan sebaliknya. Semakin nyaman suatu sistem, maka sistem semakin rentan karena banyak celah kemanan atau bugs. Jika suatu sistem lebih mementingkan faktor kemanan, maka faktor kenyamanan akan menjadi korban. Termasuk di dalamnya faktor biaya. Sebuah perusahaan seharusnya tidak boleh mengesampingkan faktor keamanan, dengan alasan untuk mengurangi biaya. Bayangkan berapa kerugian yang akan didapat jika suatu data penting rusak dan mengharuskan perusahaan mengeluarkan banyak biaya untuk memperbaikinya. Atau suatu informasi rahasia bocor dan menyebabkan keuntungan perusahaan menurun.

Melihat bahwa suatu keamanan adalah sesuatu yang penting dan tidak bisa dianggap remeh, maka multi-vendor adalah sebuah pilihan yang masuk akal, walaupun membutuhkan biaya yang lebih dan kebutuhan SDM yang memenuhi. Namun ini adalah sesuatu yang worthed. Bagaimana tidak? Jika kita tidak melakukan investasi terhadap keamanan sistem dan terjadi “kecelakaan”, maka harga yang dikeluarkan akan lebih mahal dibandingkan jika kita dari awal sudah melakukan investasi terhadap security. Permasalahannya sekarang adalah bagaimana meyakinkan kepada manajemen sebuah perusahaan bahwa keamanan sistem adalah sesuatu yang patut untuk diperhatikan dan tidak boleh diremehkan.

Lalu bagaimana dengan perusahaan yang sedang berkembang? Apakah mereka harus menerapkan strategi multi-vendor untuk mengamankan sistem informasinya? Sedangkan mereka sedang membutuhkan biaya untuk mengembangkan usahanya? Sebenarnya itu adalah pilihan dari manajemen masing-masing apakah akan menerapkan single atau multi-vendor. Untuk sebagai permulaan tidak ada salahnya menerapkan strategi single-vendor, namun tetap dipikirkan juga bagaimana untuk menginvestasikan keamanan sistemnya, karena cybercrime tidak memandang apakah itu perusahaan yang sedang berkembang atau perusahaan yang sudah maju.

IF5166

23208320, Muhammad Fahmi Rizal, https://jangandibaca.wordpress.com

Referensi

[1] _____, 2008, Leveraging the Advantages of a Multi-vendor Network Strategy, Foundry Networks, Santa Clara, CA

[2] Stansberry, Matt, 2005, Perils and plusses of a single-vendor infrastructure, [online], (http://searchwinit.techtarget.com/news/article/0,289142,sid1_gci1111012,00.html, diakses 24 Juni 2009)

[3] vandana.thottoli, 2004, Single vs Multi vendor approach?, [online], (http://techrepublic.com.com/5208-10878-0.html?forumID=7&threadID=147223&messageID=1651035, diakses 24 Juni 2009)


2 Responses to “between single-vendor, multi-vendor, monoculture, and heteroculture”


  1. 1 acne queen
    3 July 2009 at 9:01 am

    ning nggonku multivendor zal tapi mubazirrr😀


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Latest Tweets

June 2009
S M T W T F S
« Apr   Jul »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Blog Stats

  • 47,320 hits

%d bloggers like this: